ILMU

FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM
Hj. Annisa’i Choiriyah,SAg

BAB I

P E N D A H U L U A N

A. Latar Belakang.
Filsafat diakui sebagai induk ilmu Pengetahuan (The Mother of sciences) yang mampu menjawab segala pertanyaan dan permasalahan, mulai dari masalah-masalah yang berhubungan dengan alam semesta hingga masalah yang berhubungan dengan manusia dan gejala problematika dalam kehidupan, namun banyak permasalahan yang tidak dapat dijawab oleh Filsafat, diantaranya adalah masalah yang terjadi di lingkungan Pendidikan Islam. Menurut John Dewey, seorang Filosof Amerika mengatakan”Filsafat merupakan teori umum dan Landasan dari semua pemikiran mengenai Pendidikan’ (Jalaluddin, 2010,42) Pendidikan Islam merupakan bagian dari salah satu studi pendidikan, dimana pendidikan Islam dari berbagai sisi dan bahasannya “secara mendasar membahas hal-hal yang menyangkut prinsip; azas, dasar, tujuan pendidikan, peserta didik, alat-alat, materi, metode, dan lembaga pendidikan.’ Tujuan Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam pendidikan merupakan tolok ukur berhasil tidaknya lembaga pendidikan Islam, yang menjadi permasalahan apakah Tujuan Pendidikan Islam sekarang ini sudah sesuai dengan harapan ? Realita saat ini, masih banyak terjadi perkelahian pelajar, Kemiskinan dimana -mana, pembunuhan, perampokan, portitusi dan masih manyak lagi.Tugas Filsafat Pendidikan Islam adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menyelidiki faktor-faktor realita yang banyak terjadi dilapangan pendidikan Pendidikan Islam
Apa yang dikatakan John Dewey tentang Filsafat dan Pendidikan mempunyai hubungan yang hakiki dan timbal balik; dengan berdirinya Filsafat Pendidikan Islam yang berusaha menjawab dan memecahkan permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan pendidikan Islam khususnya tujuan Pendidikan Islam .Dengan kata lain Tujuan Pendidikan Islam sudah selayaknya dirumuskan secara mendalam yang dapat menjawab realita kehidupan dan banyaknya perubahan, ditambah dengan ide-ide baru dalam dunia pendidikan, dan pendidikan Islam baik yang berasal dari tokoh-tokoh filsafat yunani dan Islam.

B. Rumusan Masalah:
Berdasarkan Latar belakang tersebut dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apakah Pengertian dan Dasar Tujuan Pendidikan Islam?
2. Apa Metode atau cara yang digunakan untuk mencapai Tujuan Pendidikan Islam ?
3. Apa Hikmah atau manfaat Tujuan Pendidikan Islam ?

C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan Rumusan masalah tersebut di atas penulis mempunyai tujuan sebagai berikut:
1. Mendiskripsikan Pengertian Dasar dan Tujuan Pendidikan Islam (ontologi)
2. Mendiskripsikan Metode atau cara untuk mencapai Tujuan Pendidikan Islam.(Epistimologi)
3. Mendiskripsikan Hikmah atau manfaat Tujuan Pendidikan Islam (Axiologi)
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian, Dasar dan Tujuan pendidikan Islam (ontologi)
1. Pengertian Tujuan Pendidikan Islam
Tujuan Pendidikan Islam menurut bahasa dibentuk dari tiga kata,”Tujuan, Pendidikan dan Islam. Tujuan menurut W.J.S. Poerwadarminta dalam bukunya Kamus Umum Bahasa Indonesia berarti “arah, maksud atau sasaran’(1985:1094), Pendidikan berarti” hal atau cara” sedangkan Islam menurut bahasa berasal dari bahasa arab dari kata” salima” ( ( سَلِمَ yang artinya “ selamat’ .Jadi Tujuan Pendidkan Islam ditinjau dari segi Etimologi adalah arah atau sasaran upaya manusia untuk mencapai hidup selamat, kata selamat dalam kontek Islam tidak hanya mencakup kehidupan dunia melainkan juga kehidupan akhirat, sebagainama Hadits Rosulullah yang berbunyi:
اََصْلِحُوْا دُنْيَاكُمْ كَانَّكُم تَعِشُ اَبَدًا وَاعْمَل ْلآِخِرَتِكُمْ كَانَّكُمْ تَموُْتُوْنَ غَدًا ( رواه الدّيلمي)
Artinya: “ Perbaikilah Duniamu seakan -akan kamu hidup selama-lamanya dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati esok pagi ( HR Addailami)
Tujuan Pendidikan Islam menurut Istilah ada beberapa pendapat diantaranya:
a. Prof.H MuzayyinArifin M.Ed. Tujuan Pendidikan Islam adalah “Nilai-nilai idial islami yang berbentuk pribadi manusia yang diinginkan”(2010;108)
b. Ahmad D. Marimba:Tujuan pendidikan Islam adalah Menciptakan suasana ideal nampak pada tujuan akhir ( ultimate aims of education) tujuan akhir biasanya dirumuskan secara padat dan singkat seperti terbentuknya pribadi muslim” ( 1962: 43)
c. Dra Zuhairini Dkk dalam bukunya yang berjudul Filsafat Pendidikan Islam adalah dunia cita, yakni suasana ideal yang ingin diwujudkan (2008: 159)
d. Muhammad Fahmi:Tujuan Pendidikan arah untuk mencapai pendewasaan manusia “
Dari uaraian dan pendapat diatas dapat diambil pengertian bahwa Tujuan Pendidikan Islam adalah merupakan arah atau cita ideal yang berbicara tentang nilai-nilai ideal untuk pendewasaan manusia yang selamat yang bercorak islami. Yakni nilai-nilai perilaku manusia yang didasari atau yang dijiwai oleh iman dan taqwa kepada Allah. sebagai sumber mutlak yang harus ditaati, Ketaatan mutlak Kepada Allah yang merupakan penghambaan diri secara total untuk menjalankan segala apa yang diperintahkan dan menjauhi segala laranganNya sehingga merupakan orang yang paling mulia disisi Allah SWT. yang akan membawa dirinya menjadi dewasa jasmani dan rohani, islami dan dapat berdiri sendiri di masyarakat hidupnya sejahtera selamat dunia dan akhirat

2. Dasar Tujuan Pendidikan Islam
Tujuan Pendidikan Islam Sebagai arah dan cita-cita dari aktifitas yang bergerak dalam membentuk pribadi muslim yang sejati atau kaafah sejahtera selamat dunia dan akhirat tentu memerlukan landasan kerja yang jelas dan kuat, untuk mencapai tujuan tersebut, sebab dengan adanya dasar berfungsi sebagai sumber dalam menentukan langkah-langkah serta konsep yang akan ditentukan
Dasar Tujuan Pendidikan Islam yang utama adalah:”Al Qur’an dan Al Hadits” Sebagaimana dijelaskan dalam Firman Allah :
         
Artinya:.Itulah Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa ( QS Al Baqoroh [ 002]: 2)
     •    
Artinya:Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. (QS Az Zuhruf [043 ];43)
          •  
•    
Artinya: Apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya. (QS Az Zuhruf [059]; 7)
Dari ayat tersebut dapat diambil relevansinya bahwa Al Qur’an dan Al Hadits merupakan Dasar dan rujukan dari semua Tujuan pendidikan Islam,
Untuk Negara republik Indonesia dasar pendidikan Agama Islam mempunyai Dasar dan landasan yang cukup kuat ,yaitu :
a. UUD 1945 Bab XI Ps 29 ayat 1 dan 2
b. Pancasila,Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa,yangerupakan dasar dan setiap tingkah laku Bangsa indonesia.
c. Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendididan Nasional pasal 2 ayat 1 dan 2 Tentang Funsi dan Tujuan Pendidikan Agama
d. Peraturan Pemerintah No 55 tahun 2007 Tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan
e. Peraturan Menteri Agama RI No 16 tahun 2010 Tentang Pengelolaan Pendidikan Agama Pada sekolah

3. Tujuan Pendidikan Islam
Sejak dilahirkan umat manusia telah diwarisi intuisi beragama dan intuisi serba ingin tahu. Dalam perkembangannya kedua intuisi kadang-kadang menimbulkan benturan dan perasaan yang mengakibatkan pertentangan batin,”bagi orang yang percaya kepada Tuhan hal ini tidak akan menyebabkan gelisah, ia mengetahui bahwa pengetahuan manusia itu terbatas yang serba tahu hanyalah Tuhan” .adapun wujud dari kedua intuisi ini adalah akal dan budi. Dengan akalnya orang akan memperoleh ilmu pengetahuan sebagai bahan pertimbangan secara lahiriyah.Dengan budinya orang akan dasar pertimbangan yang mempunyai latar belakang kebaikan dan kebajikan dalam istilah agama yang disebut dengan kepribadiam Muslim kaafah.
Ibnu Sina merumuskan Tujuan Pendidikan adalah”Mencakup aspek Intelektual, jasmani, dan budi pekerti”
Al Ghozali Tujuan Pendidikan agama dapat tercapai tidak hanya dengan Intelektual namun harus dengan hati dan rasa”
Dari uraian di atas bisa dirumuskan beberapa tujuan Pendidikan Islam antara lain:
a. Tujuan Pendidikan Islam secara Umum
Tujuan pendidika Islam secara umum adalah Tujuan Pendidikan Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan Al Hadits yang berlaku di seluruh dunia dari Rosulullah hingga sekarang ,secara garis besarnya sebagai bertikut:
1). Cerdas dan intelektual (membaca,menulis,menghitung, dan berilmu)
Perhatikan Filman Allah:
          
             
Artinya 1. bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(QS Al Alaq [096]:1-5)
Ayat tersebut sebagai petunjuk kepada manusia bahwa ia dituntut harus bisa membaca, baik membaca secara lahiriyah terhadap apa yang tertulis (tex book) maupun membaca gejala alam yang tidak tertulis (non tex book) yang pada hakekatnya adalah ilmu atau ayat -ayat Allah yang tidak tertulis yang merupakan sumber pembelajaran kepada manusia, perhatikan Firman Allah
    
Artinya:. Maka ambillah (Kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, Hai orang-orang yang mempunyai wawasan. (QS Al Hayr [059]:2)
            


Artinya:Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.( QS Al Mujadilah [058]:11)
Rosulullah saw bersabda:
طَلَبُ الْعلمِ فَرِظَةٌ عَلَي كُلِّ مُسْلِمٍ ( روه الترميذي)
Artinya: Mencari ilmu pengetahuan itu adalah wajib atas setiap orang muslim( HR At Tirmidzi)”
2). Mengenal diri sendiri.
Jika manusia sudah dapat mengenal dirinya selaku hamba yang telah diciptakan ia akan mampu mendudukkan dirinya selaku hamba
Rosulullah bersabda:
مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ (الحديث)
Artinya: barang siapa telah mengenal dirinya maka ia telah mengenal Tuhannya. ( Al Hadits)
Mengenal akan dirinya sendiri bukan pekerjaan mudah, pada umumnya “manusia baru taraf mengetahui akan dirinya masih taraf permulaan, taraf selanjutnya adalah mengerti dan memahami, kemudian mengenal dan menghayati setelah itu baru taraf mencintai yang akan mendorong melakukan suatu tindakan yang baik dan terpuji bagi dirinya”
3). Pendidikan Keimanan dan ketaqwaan Kepada Allah.
Perhatikan Firman Allah:
          
    
Artinya :Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. ( QS Luqman [031] : 13)
 ••       
   •      •    
Artinya: Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS Al Hujurot [049];13)
Keimanan dan ketakwaan merupakan landasan utama dalam kepribadian muslim karena dengan iman dan takwa amal perbuatan manusia akan bermakna dan dengan keimanan dan ketakwaan manusia bisa mengontrol dirinya untuk melakukan segala tindakan mana yang baik dan benar dan mana yang salah, dengan iman juga menjadi motifasi untuk senantiasa berbuat baik karena tidak ada perbuatanpun yang tidak dibalas oleh Allah.Sebagaimana pendapat Dra Zuhairini dkk yang mengatakan “Pendidikan yang pertama dan utama untuk dilakukan adalah pembentukan keyakinan kepada Allah yang diharapkan dapat melandasi sikap, tingkah laku dan kepribadian anak didik” sehingga menjadi manusia yang senantiasa patuh dan taat kepada Allah baik dalam menjalankan segala yang diperintah maupun menjauhi segala yang dilarang.oleh Allah.
4). Pendidikan Akhlaqul Karimah
Sejalan dengan membentuk keimanan dan keyakinan juga diperlukan membentuk perilkau yang baik .Dengan akhlak mulia merupakan modal dalam pergaulan, sesama hamba Allah,yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan benda alam yang lain
a). Berbuat baik kepada orang Tua.
Perhatikan Firman Allah:
     •   
        
Artinya:. dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. ( QS Luqman [ 31]:14)
b). Berbuat baik kepada guru.
وَاقِّرُوا مَنْ تَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُ ( الحد يث)
Artinya: Hargailah orang yang pernah memberi ilmu kepadamu
c). Berbuat baik kepada tetangga, dan tamu ,teman sahabat
Perhatikan firman Allah;
           
       
       •     
  • 
Artinya:. sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh[294], dan teman sejawat, Ibnu sabil[295] dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, ( QS Annisa’[4]:36)
d). Berbuat baik dengan ciptaan Allah:
Perhatikan Firman Allah:
          
    ,
Artinya :Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”.( QS Al A’rof [007]:85

e). Menghargai pengikut keyakinan lain
PerhatikanFimna Allah:
   •             
Artinya: Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” ( QS Al Kafirun [109]: 4-6)
Prof Dr, Muhammad Athiyah Al Abrosyi dalam bukunya Dasar-dasar Pokok pendidikan mengatakan Bahwa “Pendidikan Agama adalah mendidik akhlak dan Jiwa mereka menanamkan rasa keutamaan ,membiasakan merekan kesopanan tinggi mempersiapkan mereka untuk kehidupan yang ikhlash ,jujur,”
5). Menyiapkan tenaga profesional yang Islami.
Perhatikan Firman Allah:
            
         
  
Artinyaa:. Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.( QS At Taubat [009]:122)
Rosulullah saw bersabda:
بُعِثْنتُ لاَِكُوْنَ مُعَلِّمًا (روه البيهقي )
Artinya: Aku di utus untuk menjadi pengajar ( HR Al Baihaqi)”
Pengajar dalam Islam tidak sembarang pegajar harus benar-benar pengajar yang profesional, dalam arti mengerti kondisi anak didik serta menguasai berbagai strategi, metode.dan menguasai materi pembelajaran, perhatikan Firman Allah:
          
  •     •       
Artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.( QS An Nahl [ 016]:125)
6). Berorientasi mencari rizki yang halal.
Firman Allah:
        •    
     
Artinya:Makanlah di antara rezki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. dan Barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, Maka Sesungguhnya binasalah ia.(QS Thoha[ 020] : 81)
 •    
Artinya:, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. ( QS Al Baqoroh [002]: 275)

7). Untuk mendapatkan kehidupan yang baik dan bahagia dunia dan akhirat.
 •         
  • 
Artinya: Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka”( QS Al Baqoroh [002] : 201)

Rosulullah saw. Bersabda:
مَنْ اَرَدَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بَالْعِلْمِ , وَمَنْ اَرَدَالاَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَن ْا َرَادَهُمَا
فَعَلَيْه ِبِالْعِلْمِ (متفق عليه)
Artinya: Barang siapa yang menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia wajiblah ia memiliki ilmunya dan barang siapa yang menginginkan akhirat maka ia wajib memiliki ilmunya pula dan barang siapa yang menginginkan ke dua-duanya wajiblah ia memiliki ilmu keduanya.( HR Bukhori dan Muslim)”
عَنْ اَنَسٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: كَانَ اَكْثَرُ دُعَاءِ رَسُوْلُ الله ًص.م
         •
(متفق عليه)
Artinya: Dari Anas Rodhiyallahu ‘Anhu,” ia berkata: Kebanyakan do’anya Rosulullah saw.adalah Ya Allah Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka” ( HR. Bukhori Muslim)”
b.Tujuan Pendidikan Islam Khusus.
Tujuan Pendidikan Agama Islam khusus maksudnya adalah tujuan Pendidikan Islam yang berlaku khusus di Indonesia, sebagaimana di nyatakan dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendididan Nasional pasal 2 ayat 1 dan 2 Tentang Funsi dan Tujuan Pendidikan Agama sebagai berikut
1) Pasal 2 Ayat 1: Pendidikan Agama berfungsi membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dan mampu menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan inter dan antar umat beragama
2) Pasal 2 ayat 2 Pendidikan Agama bertujuan untuk berkembangnya peserta didik dalam memahami dan menghayati dan mengamalkan nilai-nilai agama yang menyerasikan penguasaannya dalam ilmu pengetahuan teknologi dan seni

B.Metode (cara) untuk mencapai Tujuan Pendidikan Islam (Epistimologi)
Firman Allah dan Hadits Nabi tersebut mengandung arti dan makna yang sangat dalam dan luas, dalam pembahasan ini difokuskan pada bahasan bagaimana Tujuan pendidikan bisa tercapai melalui beberapa cara:
1. Mendudukkan kodrat dan hakekat alami manusia yaitu:
a. Makhluk yang mampu dan sanggup bertindak serta diperlakukan secara individu
b. Makhluk yang sanggup dan mampu hidup bersama yakni makluk sosial.
c. Makluk yang mampu dan sanggup menerima pendidikan atau makhluk yang bisa dididik
d. Makhluk yang mampu mendukung dan mencipta suatu peradaban
e. Makhluk beragama yang mendukukng moral dan etika.dan berhak mendapatkan suatu kebahagiaan.
2. Mendudukkan manusia sebagai kholifah di buka bumi
a. Pemimpin adalah sebagai pendidik yang harus mampu menjadi contoh atau teladan ( QS Al Ahzab 21)
b. Seorang kholifah, untuk dapat mencapai Tujuan yang ideal harus harus profesional menguasai memiliki kompetensi Paedagogik, Kepribadian Sosial, profesional dan kepemimipinan “ ( QS An Nahl ayat 125)

C.Hikmah atau manfaat Tujuan Pendidikan Islam (Axiologi)
Dari uraian diatas secara teoritis maupun praktis, Tujuan pendidikan Islam mempunyai landasan dan dasar dalam menjawab segala permasalahan yang ada dalam pendidikan adalah Al Qur’an dan Al Hadits.
Dari Al Qur’an dan Al hadits tersebut di atas dapat dilihat beberapa masalah pendidikan yang pokok yang dapat dijawab olehnya, itulah hikmah tujuan pendidikan Islam diantaranya menjawab:
a. Masalah kenyataan, Allah menyuruh manusia untuk mencari hakekat segala sesuatu yang dihadapinya tentang kholik, makhluk, dan alam semesta,bagaimana hubungan manusia dengan kholik dan hubungan manusia dengan makhluq,yang berkaitan dengan masalah metafisika.
b. Masalah pengetahuan, dari ayat tersebut megandung pelajaran bahwa Tujuan Pendidikan Islam mampu mejawabnya, dengan ilmu pengetahuan manusia akan memperoleh kemajuan dan peningkatan kesejahteraan hidup dan kehidupan lahir dan batin ,se3lamat dunia akhirat, Allah Maha pendidik, telah mengajarkan kepada manusia apa-apa yang belum mereka ketahui. Masalah epistemologi yang membahas bagaimana suatu materi dapat diterima akal manusia.dengan tujuan pendidikan yang jelas maka seorang Pendidik akan mudah menentukan materi, metode dan strategi serta model pembelajaran yang tepat.
c. Masalah nilai, Ayat ayat Al Qur’an dan Hadits tersebut juga mengandung makna tentang nilai.Nilai ilmu poengetahuan harus berasaskan keagamaan, karena setiap ilmu pengetahuan akan memberikan pengaruhnya terhadap watak dan sikap tingkah laku orang yang menguasainya.Nilai atau norma tingkah laku akan dijadikan pegangan dan pedoman dalam kehidupan.Nilai ini sangat erat hubungannya dengan ilmu Etika.sehingga melahirkan akhlakul karimah hal ini berhubungan dengan Axiologi.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s